Sabtu, 08 Februari 2014

Anggap Saja Aku Sudah Mati

Waktu itu terasa singkat, saat aku menikmatinya. Dulu waktu itu adalah waktu yang sangat berharga, persaudaraan yang sangat berharga dan juga ikatan persaudaraan yang saling menguatkan dan juga melengkapi. Kenangan indah bersama kalian, kebahagiaan yang sangat berarti. Namun, apa yang terjadi. Saat aku berada di tempat yang berbeda dengan kalian. Perlahan, pelan kalian meninggalkanku, ataukah sebaliknya akulah yang meninggalkan kalian.
Awal mula, aku memohon, aku meminta maaf bahkan aku mengorbankan diriku untuk menjelaskan pada kalian. Tapi apalah daya, kepercayaan yang aku berikan tak menjadikan aku dipercaya oleh kalian. Padahal saat itu aku bisa marah, mengeluarkan hakku. Tapi, hati dan perasaan ini tidak bisa. Mereka (hati dan perasaanku) menentangku, bahkan dengan lembut mereka mendinginkan dan melembutkanku. Hingga, aku dipaksa untuk lebih mempercayai mereka. Jadilah aku lebih mempercayai mereka. Namun, sungguh tak bisa ku pahami, sungguh apakah aku sangat bersalah kepada mereka. Apakah aku mempunyai kesalahan yang berat pada mereka, sungguh hati dan perasaanku bertanya. Kesalahan apa gerangan yang aku lakukan? Apakah karena aku menentukan jalanku sendiri sehingga berbeda dengan mereka adalah salah.

Rabu, 05 Februari 2014

Hati, Apakah Kau Sehat

Hati...

Sungguh Besar Sang Maha Pencipta...
Dia menciptakan segala sesuatu dengan penuh detail dan pertimbangan
Dia mencipta tanpa mengharap
Dia mencipta hanya untuk memberi

Sudah selayaknya...
Sudah selayaknya kita sebagai manusia lebih tahu diri
Lebih tahu diri... dan lebih tahu diri lagi
Sudah seharusnya kita manusia, menghidupkan hati kita
Menghidupkan cahaya kita
Menghidupkan keimanan kita

Sungguh Hati tak pernah Dusta
Sungguh Hati tak pernah Dusta

Hati...