Kamis, 14 Februari 2013

Ancangan Proses Konseling Kelompok Model Realita



Konseling Realita merupakan proses konseling yang dikembangkan oleh William Glasser seorang Psikolog dari California. Dalam pendekatan ini konselor dituntut untuk aktif, direktif dan didaktif. Jadi koselor dalam model konseling realita berperan sebagai contoh atau model.
 
Konseling realita ini mempunyao ciri khas tidak terpaku pada masa lalu, melainkan lebih diarahkan pada menghadapi keadaan sekarang atau relitas yng dihadapi.
Berikut ini rancangan tahapan- tahapan yang saya buat dalam Konseling kelompok dengan Model Pendekatan Realita.

A.     Formating Stage
Tahap ini merupakan tahap sebelum proses konseling, tahap ini bisa disebut dengan tahap prakonseling. Berikut bagian dari tahap Formating Stage:
-          Informasi
Sebelum melakukan proses konseling, hal yang saya lakukan adalah menyebarkan informasi, kalau akan melakukan proses konseling kepada orang lain, terutama pada peserta didik, baik itu mulai dari kelas awal sampai kelas atas.
-          Pendaftaran
Setelah penyebaran informasi adalah dengan membuka pendaftaran bagi ana- anak atau peserta didik yang mau mengikuti proses konseling.
-          Identifikasi
Identifikasi ini dilakukan dengan cara :
1.      Membuat Needasesment
a.       Angket
b.      Ceklist
c.       Lembar identitas dan lembar masalah yang dihadapi dan ingin diselesaikan
2.      Wawancara dsb.

Jikalau pendaftar banyak, dan mempunyai banyak masalah maka, dilakukan pengelompokan masalah yang sesuai atau hampir sesuai.

B.     Initial Stage

Kadang manusia itu

Kadang manusia itu lebih kejam, tak terkendali saat terdesak dan berubah lembut saat tenang dan dalam kekecewaan yang dipendamnya, maka jangan heran kalau orang itu mempunyai kepribadian yang banyak dan kepribadian itu seperti dua sisi mata uang... dan memakai topeng yang beraneka bentuk dan macam...sungguh kepribadian ini terbentuk karena hal yang tak diharapkan