Kamis, 07 Juni 2012

Porto Folio Asesment Non Testing


Hari                 : Rabu
Tanggal           : 24 Agustus 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Satu
            Hari ini adalah hari pertama kuliah ASESMEN PSIKOLOGIS TEKNIK NON TES. Karena dosen mata kuliah ini adalah dosen baru bagi kami mahasiswa angkatan 2010 maka hari pertama diisi dengan materi perkenalan. Beliau mengenalkan diri dengan menyebutkan Nama, Alamat dan No. Hp. Beliau bernama Ibu Nur Hidayah, alamatnya Malang, No. Hp: 08563610599.
            Dalam mengajar mata kuliah ini beliau tidak sendirian tetapi ditemani dengan asistennya. Asistennya bernama Ibu Yuiati Hotifah. Ibu Yuliati adalah dosen yang mengajar Psikologi Pendidikan di Semester 1 dulu dan di Semester ini beliau juga mengajar mata kuliah Media BK, jadi dengan beliau sudah kenal dan tidak asing lagi.
            Setelah perkenalan dosen, lalu dilanjutkan dengan perkenalan mahasiswa/i. Ibu Nur memanggil satu per satu setiap mahasiswa/i untuk diabsen sekaligus menanyai alamat asalnya.
            Selesai mengabsen emua mahasiswa/i Ibu Nur membacakan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), lalu dilanjutkan dengan penjelasan mengenai karakteristik dan tujuan kuliah, sekaligus Orientasi proses kuliah dan pembuatan kontrak serta mempelajari kerangka isi dan proses perkuliahan membuat kontrak kegiatan pribadi.
            Setelah pembacaan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) selesai, Bu Nur menyuruh membuat kelompok. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara berhitung supaya kelompok bisa terbagi rata dan adil. Dalam satu kelas terdapat 41 mahasiswa/i, maka kelompok dibagi menjadi 8, dalam satu kelompok terdapat 5 sampai 6 mahasiswa/i.
            Tujuan dari pembentukan kelompok ini adalah untuk mendalami tiap-tiap Asesmen Psikologis Teknik Non Tes dari persyaratan validitas, rehabilitas, kelemahan dan kelebihan, penggunaan dan penafsirannya, serta pendokumentasian hasil Asesmen yang dikaji dalam presentasi kelompok di kelas.
            Selesai pembagian kelompok Ibu Nur mengakhiri pertemuan ini.
Hari                 : Rabu
Tanggal           : 14 September 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Dua
      
      Pertemuan ke-2 pada mata kuliah ini, sudah memasuki materi awal Asesmen Psikologi Teknik Non Tes yaitu menerangkan Hakikat Asesmen Psikologis Teknik Non Tes. Dalam mengawali masuk kemateri, Bu Nur memberi pertanyaan tentang “Alasan Mengapa Asesmen Psikologis Teknik Non Tes ini dipelajari oleh calon konselor ?”…
            Sebelum menjawab pertanyaan itu Bu Nur menerangkan tentang tingkat profesionalitas dari Guru dan Dosen itu meliputi apa saja sesuai dengan UU No.14 Tahun 2005. tingkat profesionalitas guru diukur dari 4 unsur yaitu Pedagogik, Kepribadian, Profesional an Sosial. Dari keempat unsure itu, Bu Nur menjelaskan satu per satu. 4 unsur kompetensi tersebut dijembatani oleh PERMENDIKNAS No.27/Tahun 2008 tentang standar kompetensi dan kualifikasi knselor. Kompetensi utama dari seorang konselor adalah disiapkan untuk memandirikan semua peserta didiknya dengan membuat NEED ASESMENT.
            Penjelasan mengenai cara membuat Need Asesment meliputi:
a)                                                             Meassurement: pengukuran
b)                  Sesment: pengukuran tingkat psikis dengan menggunakan Teknik Tes dan Teknik Non Tes
Teknik Tes meliputi Validitas, Rehabilitas, Tingkat Kepribadian, Tingkat Kesulitan, dan Obyektivitas. Sedangkan Teknik Non Tes meliputi Angket, Observasi, DCM, Wawancara, Otobiografi, sosiometri, Who Am I, Inventori. Dalam mata kuliah ini yang dipelajari adalah Teknik Non Tes.
Setelah membuat Need Asesment lalu dilanjutkan dengan kegiatan Evaluation/Evaluasi/Penilaian yang merupakan proses pengambilan sebuah keputusan dan menetapkan keputusan.
Sebelum mengakhiri acara perkuliahan, diberikan tugas mengenai: “Alasan mengapa asesment penting diperlukan oleh konselor terutama Asesment Teknik Non Tes?”...
Tugas ini diberikan berkaitan dengan tugas konselor yaag utama adalah bisa memandirikan semua peserta didiknya. Dimana setiap individu itu merupakan “Individual Defferences”, yang bermakna individu itu memiliki keunikan yang berbeda-beda. Untuk bias melaksanakan tugasnya dengan baik, konselor harus bias memahami peserta didiknya satu per satu.



Hari                 : Rabu
Tanggal           : 21 September 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Tiga
            Pertemuan ke-3 ini membahas tentang tugas yang diberikan pada pertemuan ke-2, mengenai ”Alasan Mengapa Asesment Psikologis Teknik Non Tes penting diperlukan oleh Konselor?”
            Asesment penting diperlukan Konselor, karena tugas Seorang Konselor adalah memberikan Layanan Bimbingan Konseling kepada Peserta Didiknya /semua siswa/ Individu, oleh sebab itu setiap individu harus dipahami dengan menggunakan Aseesment Psokologis Teknik Non Tes.
            Setelah membahas tugas tersebut, dilanjutan dengan menerangkan Hakikat Asesment Psikologis Teknik Non tes dalam memahami diri konseli serta mempelajari hakikatb, tujuan, fungsi, prinsip dan jenis Teknik Non Tes dan Himpunan Data.
            Individu perlu dipahami satu per satu secara mendalam, yang dikenal dengan istilah ”DEEP UNDER STANDING” yang artinya pemahaman yang mendalam. Untuk mmeahami tiap individu agar mencapai ”Deep Understanding”maka diperlukan teknik ”Entry Behavior” yang artinya perilaku awal. Kita harus mengetahui perilaku awal dari individu tersebut. ”Entry Behavior”diketahui dari hasil pengamatan langsungberdasarkan data, fakta, keterangan, informasi, bukti. Kita bisa mengetahui datanya dengan bertanya, berkenalan, dengan menggunakan instrumen/alat /Teknik Non Tes yang merupakan salah satu teknik pemahaman perilaku individu. Setelah itu kita sebagai konselor akan memeperoleh GOAL (Tujuan) untuk mendapatkan ”Deep Under Standing”
            Selanjutnya adalah pertanyaan mengenai Apa?Untuk Apa (Tujuan),? Fungsi? Dan Jenis dari Teknik Non Tes?................
Teknik Non Tes merupakan Teknik pemahaman terhadap individu dengan mengakses data/informasi mengenai individu yang berbeda untuk memeahami secara mendalam individu yang berbeda tersebut.
Tujuan dari Teknik Non Tes adalah Untuk memahami Individu secara mendalam.
Fungsi/Kegunaan dari Teknik Nn Tes adalah
a)                  Untuk mengakses data yang tidak bisa dikumpulkan dengan teknik non tes
b)                  Data dari teknik non tes itu dapat digunakan oleh:
v  Guru = membantu meningkatkan prestasi
v  Kepala Sekolah = memantau, pertimbangan untuk pengambilan keputusan
v  Siswa = memahami diri
v  Orang Tua = mengetahui perkembangan anak
v  Konselor = untuk memberikan layanan responsif
Jenis Teknik Non Tes ada 2 yaitu:
a)                  Alat pengakses/mengumpulkan data meliputi observasi, angket, wawancara, sosiometri, otobiografi, DCM(Daftar Cek Masalah)
b)                  Alat penghimpun data yaitu Cummulative Record = Catatan Kumulatif.
Sebelum mengakhiri acara perkuliahandiberi tugas supaya melakukan pengamatan terhadap diri sendirimulai dari masuk pintu/pintu masuk sampai dengan duduk dikelas?....................









Hari                 : Rabu
Tanggal           : 28 September 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Empat
            Pertemuan ke-4 membahas tugas pada pertemuan ke-3 tentang pengamatan diri sendiri. Dibahas dengan diwawancarai satu per satu dari masuk kelas sampai duduk dikelas.
            Setelah selesai wawancara, dilanjutkan dengan materi kerangka teori teknik observasi (Other Report), mempelajari hakikat, fungsi, tujuan, prinsip, jnis, karakteristik, kelebihan dan kelemahan teknik observasi.
            Teknik non testing meliputi Other Report, Self Report, DCM, Sosiotri, Who Am I, CR (Cumulative Record). Pengertian dan jenis-jenis teknik Other Report, Obervable dan Unobservable.
            Other Report mrupakan lapran yang dibuat oleh orang lain meliputi observasi, biografo, sosiometri. Teknik Other Report adalah teknik pengumpulan data diri siswa yang dilakukan oleh individu diluar diri siswa dengan merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dalam suatu kegiatan untuk emperoleh gambaran observable behavior (dilihat, didengarkan).
Karakteristik Observasi meliputi involve, ada kejadian, lansung/tidak langsung, menghasilkan simpulan, professional.
Manfaat dari observasi untuk memperoleh data perilaku spontan secara natural, mengetahui intensitas perilaku secara detail, mengetahui penyebab munculnya perilaku. Pengamatan (see,hear and feel) dilakukan dengan melibatkan indera mata, telinga dan perasa, terjadi disetting tertentu, waktu dan obyek tertentu. Event atau moment observasi adlah ada obyek, kegiatan peristiwa. Observasi langsung berarti melihat perilaku yang munculdalam kejadian sedang tidak lansung berarti melihat/mendengarkejadian melalui alat perekam (HP, VCD, Tape, media cetak/elektronik).
Contoh kegiatan observable: kerjasama dalam kelompok = kebiasaan belajar? Aktivitas diluar belajar?hubungan sebaya.
Kelebihan observasi: natural, terlalu spontan,konselor segera dapat data, konseli tidak terbebani sdangkan kekurangan observasi: boros waktu dan tenaga, rentan habis dan manipulasi perilaku.
Kategori tingkah laku : observable behavior dn unobservable behavior. Observasi bertujuan untuk merekam data berupa perilaku yang tampak dan perilaku yang tidak tampak. Observasi dilakukan untuk membantu konselor dalam
a)                  Mengembangkan pedoman observasi
b)                  Menghindari kekeliruan istilah
c)                  Menghindari kalimat bernada stereotif dan prejudice
Sebelum mengakhiri acara perkuliahan ini, diberi tugas supaya menemukan dan memilih istilah-istilah observable behavior dan unobservable behaviorutuk setiap bidang bimbingan: bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan belajar dan bibingan karir.



















Hari                 : Rabu
Tanggal           : 05 Oktober 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Lima
            Pertemuan ke-5 membahas tugas pada pertemuan ke-4 yaitu tugas mencari istilah-istilah observable dan unobservable untuk setiap bdang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan belajar dan karir.
            Hasil pekerjaan tiap individu didiskusikan brsama kelompoknya masing-masing lalu dibuat laporan ditulis diformat kertas folio dan diberi lampiran hasil pekerjaan individu.
            Setelah selesai diskusi dengan kelompok lalu tugas dikumpulkan dan pertemuan acara perkuliahan ke-5 pun diakhiri.




















Hari                 : Rabu
Tanggal           : 12 Oktober 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Enam
Pertemuan ke-6 membahas sajian berbagai pedoman observasi dan merancang bangun pedoman observasi. Teknik observasi terdiri dari dari daftar cek, Skala penilaian, catatan Anekdot, dan Tally.
Daftar Cek (DC)merupakan sebuah daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam sebuah situasi, tingkah laku dan kegiatan sehingga DC ini digunakan untuk mencacat perilaku siswa. Digunakan sebagai pedoman pencatatan perilaku. The Anvantages: fungsinya mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, dapat digunakan didalam dan diluar kelas/sekolah, mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, dapat merekam perilaku individual dan kelompok sekaligus.
Langkah-langkah penyelenggaraan DC: A. tahap persiapan penentuan topic, variable, indicator, predictor, B. tahap plaksanaan penyiapan format PO, penentuan posisi observasi, pelaksanaan pengamatan, pencatatan, dan terakhi  C. tahap analisis hasil.
Skala Penilaian (SP) : Daftar segala tingkah laku yang observable dicatat/ dicek secara berskala observer mencatat kemunculan perilaku brdasarkan kategori skala. Ragam skala: skala kuantitatif dan kualitatif/deskriptif, skala grafis. Langkah-langkah penyelenggaraan SP sama dengan langkah-langkah penyelenggaraan DC.
Kekhasan DC dan SP adalah sama-sama mencatat perilaku observable, DC hanya mengecek ada tidaknya sedangkan SP diberi penilaian, kedua2nya dapat dihitung dengan kuantitatif presentase.
            Catatan Anekdot (CA) adalah format observasi berkala, dilakukan untuk mlihat peristiwa penting. Manfaatnya menghasilkan deskripsi tingkah laku, memperoleh gambaran sebab akibat perilaku Typical, memahami individu yang lebih mendalam. Langkah penyelenggaraan CA menentukan observase, menyiapkan lembar observasi, menentukan posisi observasi..

Hari                 : Rabu
Tanggal           : 19 Oktober 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Tujuh
Pertemuan ke-7 melanjutkan pembahasan sajian berbagai pedoman observasi dan merancang bangun pedoman observasi teknik Tally. Tally adalah pencatatan kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak yang fungsinya untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu.
Setelah itu diberi tugas kelompok yang ke-2 yaitu membuat pedoman Tally
  1. Menentukan Topik
  2. menentukan Tujuan
  3. Kembangkan item perilaku
  4. lakukan pencatatan Tentatip
  5. membuat grafik Basic Line
setelah diskusi kelompok selesai tugas langsung dikumpulkan pada hari itu juga, dan pertemuan ini diakhiri.


Hari                 : Rabu
Tanggal           : 26 Oktober 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Delapan
            Pada pertemuan ke-8 tidak diisi dengan materi karena dosen berhalangan hadir, tetapi diberi tugas “Meresume Angket dan Wawancara”.







Hari                 : Rabu
Tanggal           : 2 November 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Sembilan
            Pada pertemuan ke-9, diberi materi tentang Self Report. Menjelaskan pengertian dari Self Report dan Jenis-jenis self report.
Self Report artinya melaporkan diri sendiri secara sadar. Tujuannya bagi Konselo adalah untuk membantu konseli memahami diri.
Jenis-jenis Self Report:
a.       Self Report study : berisi sejumlah pertanyaan /pernyataan yang mana responden membaca, memahami dan memilih jawaban sendiri tanpa campur tangan dari peneliti. Mengungkap perasaan, sikap dan keyakinan dari responden. Jenis Self Report Study:
Angket/kuesioner adalah jenis metode self report yang terdiri dari serangkaian pertanyaan biasanya dalam bentuk tertulis yang sangat terstruktur.
Model pengadministrasian kuesioner:
  • Face to face questionnaire. Contohnya : sensus penduduk
  • Paper-And-pencil uestionaire. Contohnya : Biodata
  • Computerized questionnaire. Contohnya : Tes Toefl
  • Adaptive Computerized questionnaire
Bentuk-bentuk Angket :
Menurut respondennya : Langsung dan tidak langsung
Menurut strukturnya : Terstruktur dan tidak terstruktur
Menurut jenis pertanyaan : terbuka dan tertutup
Menurut bentuk jawaban : tabular, skala, cek, kategori
Kelebihan Angket : Efisien, Mengungkap data pemikiran, Mengungkap keterangan yang bersifat pribadi yang tidak bias secara langsung.
Kekurangan Angket : tidak selalu diperoleh data yang sebenarnya, kesungguhan mengisi angket (?), keterangan terbatas, social desirability (bisa harapan dari masyarakat)


Langkah-langkah penyusunan Angket :
  • Tujuan angket
  • Harapan kerjasama dan jaminan kerahasiaan
  • Bahasa sederhana, singkat dan mudah dimengerti
  • Bagaimana dan dimana jawaban dituangkan
  • Susunan kalimat sederhana dan jelas, hindari kata-kata yang ambigu
  • Pertanyaan disesuaikan dengan kemampuan responden
  • Hindari kata-kata bersifat sugestif dan memaksa untuk dijawab
  • Gunakan kata-kata netral
  • Berisi ucapan terima kasih kepada responden atas dedikasinya dalam bekerjasama untuk kepentingan bimbingan.
b.      Self Report Inventory : jenis tes psikologis dimana seseorang mengisi survey atau kuesioner dengan atau tanpa bantuan seorang peneliti. Mengungkap tentang gejala, perilaku dan kepribadian yang berhubungan dengan satu atau gangguan mental/jenis kepribadian untuk mendapatkan wawasan tentang kepribadian konseli
Skala sikap/inventori:
·         Identifikasi tujuan pengukuran
·                                   Operasionalisasi konstruk teoritis
·                                   Pemilihan bentuk dan format stimulus
·                                   Penulisan butir
·                                   Pemilihan bentuk dan format stimulus
·                                   Operasionalisasi Kostruk Teoritis
·                                   Identifikasi tujuan pengukuran
Wawancara
Otobiografi








Hari                 : Rabu
Tanggal           : 9 November 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Sepuluh
            Pada pertemuan ke-10 diberi materi tentang Wawancara, menjelaskan pengertian wawancara, jenis wawancara, factor yang mempengaruhi wawancara dan Cara penyelenggaraan wawancara.
Wawancara merupakan proses interaksi dan komunikasi yang bersifat professional, bukan merupakan percakapan sehari-hari yang lazim kita pakai.
Wawancara dibagi menjadi 4:
  1. Wawancara Jabatan
Wawancara yang ditujukan untuk mencocokkan seorang calon pegawai dengan pekerjaanya yang tepat
  1. Wawancara Disipliner
Wawancara yang ditujukan untuk “menuntut” perubahan tingkah laku individu ke arah kegiatan yang diinginkan oleh pewawancara.
  1. Wawancara Konseling
Wawancara yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi/memecahkan  masalahnya.
  1. Wawancara Face Finding
Penyelenggaraanya memerlukan petugas yang professional/sedikitnya berpengalaman luas dibidang bimbingan, penuh simpati dan diplomatis.
Wawancara merupakan teknik pengumpul data dengan tanggungjawab secara lisan baik langsung maupun tidak langsung.
  • Wawancara langsung : daa yang dikumpulkan diperoleh dari individu yang bersangkutan. Misalnya wawancara dengan siswa.
  • Wawancara tidak langsung : data yang dikumpulkan diperoleh dari orang lain tentang individu yang bersangkutan. Misalnya : wawancara dengan orang tua

Factor yang mempengaruhi wawancara:

  • Pewawancara :
Mampu menciptakan hubungan baik dengan responden.
Menggali tambahan informasi
Menyampaikan pertanyaan dengan baik dan tepat
Mencatat semua jawaban responden dengan teliti dan jelas
  • Siswa
Kemampuan menangkap pertanyaan
Keamuan menjawab pertanyaan
  • Pedoman wawancara
Tersusun pertanyaan-pertanyaan pokok sesuai dengan aspek yang diungkap
Tersedia tempat untuk mencatat jawabannya
  • Situasi wawancara
Waktu
Tempat
Adanya pihak ke tiga
  1. Penyelenggaraan Wawancara
Persiapan : menetapkan variable ukur, membuat pedoman wawancara
Pelaksanaan : pedoman wawancara, kapan dan dimana, siapa pewawancaranya
Analisis hasil : tabulasi, skoring dan kesimpulan
Selanjutnya diberi tugas membuat OTOBIOGRAFI dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Hari                 : Rabu
Tanggal           : 16 November 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : Sebelas
            Pada pertemuan ke-11 UTS

Hari                 : Rabu
Tanggal           : 23 November 2011
Pukul               : 14.55-16.55
Jurnal Ke         : dua belas
            Pada pertemuan ke-12 diberi tugas kelompok mengenai Daftar Cek Masalah (DCM). Kelompok disuruh mencari Hakikat DCM, tujuan DCM, fungsi DCM, klasifikasi DCM, serta kelebihan dan kekurangan dari DCM. Ditulis dikertas folio bergaris dan langsung dikumpulkan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar